Ketika membicarakan pengemis, selalu ada yang dapat dibicarakan dengan segala jenis permasalahannya. Isu tentang pengemis selalu berkaitan dengan berbagai masalah yang tidak dapat dengan mudah kita simpulkan begitu saja.
tentunya, ada berbagai alasan kenapa para pengemis menjadi pengemis, entah itu masalah keadaan yang tidak memungkinkan bagi mereka untuk bekerja, himpitan ekonomi, maupun hal-hal lain yang memaksa mereka menjadi seorang pengemis. sungguh memprihatikan. seperti yang saya lihat tiap kali melintasi jalan menuju kampus saya.
Setiap pagi, ketika saya berangkat menuju kampus di salah satu universitas di kota Malang, hampir dapat dilihat, sekitar tiga hingga empat orang berjajar di sepanjang jalan menuju gerbang kampus. Rata-rata mereka adalah wanita-wanita paruh baya dan lanjut usia, atau bahkan ibu-ibu usia dewasa madya (40 tahunan). Pakaian mereka biasanya lusuh dan wajahnya nampak sendu,tak terawat. Mereka mengiba kepada kami yang melintas didepannya. Sebenarnya ada rasa iba,tiap kali saya melintas didepannya. Namun, kadang kala saya berpikir: kenapa ibu-ibu yang masih kuat untuk bekerja ini tidak mencoba untuk mencari pekerjaan yang lebih baik. Misalnya menjadi tukang cuci atau pembantu rumah tangga, daripada seharian duduk ditengah terik mata hari dan terus menerus mengiba meminta belas kasih orang yang lewat hanya untuk sekedar mendapatkan kepingan uang logam.
ada hal yang membuat saya kadangkala merasa sebal dan serba salah dengan para pengemis tersebut, yaitu ketika kita tidak memberi mereka logam, ada diantara mereka yang melengos sebal dan kadang ada pula yang malah menghina kita. kadang adapula pengemis yang jika tidak diberikan uang marah-marah atau menyumpah tidak jelas. hm, itu membuat saya kadang berpikir, untuk tidak menyumbangkan koin pada mereka karena saya kecewa dengan sikap mereka. lagipula, beberapa orang menyatakan bahwa jika pengemis diberikan uang mereka malah akan menjad-jadi. akhirnya, saat itu, saya berhenti untuk memberikan uang pada mereka.
suatu ketika saya menghadiri suuatu festival budaya tahunan yang diselenggarakan pemerintah daerah kota malang, hampir disepanjang jalan yang saya temui berjajar berbagai pengemis dengan segala kekurangannya dan tampilan yang memprihatinkan. mulai dari seorang pria tua yang menggendong anaknya yang sakit, seorang pria tua buta, seorang wanita tua renta, seorang ibu-ibu gendut yang lusuh, dan lain sebagainya. terus terang, saya tidak tahu harus bagaimana menghadapi semua sikap yang ditujukan pada pengemis-pengemis itu, bagaimana dengan pengemis-pengemis itu ? apakah harus memberikan logam pada mereka ?
keterbatasan saya sebagai manusia adalah berprasangka, saya sering berpikir jangan-jangan mereka hanya berpura-pura saja? jangan-jangan mereka tidak semenyedihkan yang kita sangka?jangan-jangan uang yang terkumpul itu nanti tidak digunakan untuk makan tapi untuk kebutuhan lain? beli hape, beli ini, beli itu? ah, saya urungkan saja niat saya untuk memberikan koin-koin itu pada mereka.
sesampai dikos saya tinggal, saya membicarakannya dengan seorang teman tentang kebingungan saya menghadapi para pengemis itu, lalu ia berkata , "kalau kita memberi uang pada pengemis, kita tidak boleh berprasangka, berikan saja semampu kita. memang, sebagian orang berkata bahwa jangan berikan uang pada pengemis karena itu akan menjadikan mereka lebih malas. tetapi bagaimana kalau orang yang meminta pada kita adalah malaikat yang diutus Tuhan? siapa tahukan? tugas kita adalah memberi sedangkan untuk apa uang itu mereka gunakan itu terserah mereka, biar Tuhan yang atur, bukankah tugas kita hanya memberikan sebagian harta kepada yang tidak mampu? yah, kalaupun mau yang lebih aman, mungkin kita langsung menyumbangkan pada tempat yang tujuannya benar-benar jelas, seperti panti asuhan."
hm, benar juga kata teman saya tadi,kalau kita memberi dengan berprasangka, sama saja kita tidak ikhlas memberikannya kepada orang lain kan? jadi, mungkin yang dimaksud teman saya adalah, belajar untuk memberi dengan ikhlas, agar kita tidak banyak berprasangka kepada orang lain.
Tulisan diatas adalah tulisan yang ditujukan untuk mengikuti kontes blog yang diadakan oleh anazkia.blogspot.com dan bekerja sama dengan denaihati.com
4 komentar:
Assalamu'alaikum...
terimakasih sudah berpartisipasi :)
Saya ambil linknya yah...
semoga menang ya?
waalaikum salam buat mba anazkia dan dari blog lumbung hati...silahkan diambil linknya...:)
terimakasih buat mbak berdua...
Poskan Komentar